Dalam dunia bisnis, kegagalan bukanlah hal yang asing. Bahkan para pebisnis besar dunia pun pernah mengalami keterpurukan yang sangat dalam. Coach Yoso Lukito, CEO dan Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), menyampaikan bahwa jatuh dalam dunia bisnis bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari proses pendewasaan dan pembelajaran seorang pebisnis.
“Semua pebisnis pasti pernah jatuh. Tapi ini bukan alasan untuk berhenti, apalagi menyerah,” ujar Coach Yoso dalam salah satu sesi mentoring di komunitas digital bisnis binaannya.
Menurutnya, justru dari kegagalanlah seorang pengusaha bisa melakukan evaluasi, memahami titik lemah bisnisnya, dan membangun strategi baru yang lebih matang. Ia menyebutkan bahwa keterpurukan bukanlah titik final, melainkan sebuah batu loncatan untuk melompat lebih tinggi.
“Kalau tidak pernah jatuh, kita tidak pernah tahu bagaimana rasanya bangkit. Dan hanya mereka yang bangkit yang akan menemukan jalannya menuju sukses,” tambahnya.
Sebagai contoh nyata, Coach Yoso mengangkat sosok Steve Jobs pendiri Apple yang sempat dipecat dari perusahaannya sendiri. Namun alih-alih menyerah, Jobs justru mendirikan perusahaan baru yang kemudian sukses besar dan bahkan membuatnya kembali ke Apple sebagai penyelamat. Hari ini, nama Steve Jobs dikenang bukan karena kesuksesan semata, tapi karena keberaniannya untuk bangkit saat terpuruk.
Hal serupa kerap Coach Yoso temui dalam perjalanan membina ribuan UMKM dan pebisnis pemula di Indonesia. Banyak di antara mereka yang sempat mengalami kerugian besar, ditipu rekan bisnis, atau bahkan kehabisan modal. Namun yang membedakan mereka yang berhasil dan gagal adalah satu: keberanian untuk mencoba lagi.
Melalui Sekolah Digital Bisnis Indonesia, Coach Yoso Lukito tidak hanya mengajarkan strategi pemasaran digital atau cara meningkatkan omzet. Ia juga menanamkan mentalitas tahan banting, mental baja seorang pebisnis sejati. Ia meyakini bahwa di era digital seperti sekarang, kecepatan bangkit setelah jatuh adalah kunci agar tidak tertinggal dari persaingan pasar yang sangat dinamis.
“Kalau kamu pernah gagal, berarti kamu sedang dalam proses. Jangan takut. Yang penting jangan berhenti,” pesan Coach Yoso kepada para peserta pelatihan SDBI.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki komunitas atau mentor dalam menghadapi fase sulit. Dukungan lingkungan positif dapat menjadi bahan bakar semangat untuk bangkit dan bergerak lagi ke arah yang lebih baik.
Penutupnya sangat jelas: kegagalan adalah bagian dari perjalanan, bukan tujuan akhir. Seorang pebisnis tidak diukur dari seberapa sering dia jatuh, tetapi dari seberapa cepat dan kuat dia bangkit.
“Kesuksesan selalu menanti mereka yang berani mencoba lagi,” tutup Coach Yoso.



