Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyLihat Program
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyLihat Program
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
news

Closing Itu Bukan Sekadar Bicara, Tapi Tentang Hati

6 DES 2025 · 2 MENIT BACA

Closing Itu Bukan Sekadar Bicara, Tapi Tentang Hati

Dalam sebuah kesempatan, Yoso Lukito CEO dan Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI) menceritakan pengalaman menariknya saat berbincang dengan seorang agen travel umroh. Agen tersebut mengeluhkan pengalaman pahit namun umum terjadi di dunia bisnis, terutama di industri perjalanan ibadah.

“Coach, saya sudah jelasin paketnya panjang lebar, sudah follow up berkali-kali,
eh ujung-ujungnya calon jamaah bilang: ‘nanti saya pikir-pikir dulu ya…’

Jawaban itu terasa menampar. Seolah usaha, energi, dan harapan yang sudah diberikan tidak dihargai. Dan seperti kata Coach Yoso, rasanya memang nyesek dan itu wajar.

Namun di titik inilah banyak pebisnis melakukan kesalahan terbesar: mereka baper.

Penolakan Adalah Bagian dari Proses Bisnis

Menurut Yoso Lukito, dunia bisnis terutama travel umroh bukan hanya soal strategi pemasaran, script follow up, atau presentasi yang rapi. Ada faktor lain yang tidak bisa ditekan atau dipaksa: keputusan spiritual.

Calon jamaah yang bilang “pikir-pikir dulu” bukan berarti menolak. Bisa jadi:

  • Belum siap secara finansial
  • Belum mendapat izin keluarga
  • Belum yakin dengan keberangkatan
  • Masih mempertimbangkan keamanan, pelayanan, atau momentum

Dalam konteks ibadah, keputusan berangkat umroh adalah perjalanan hati. Bukan transaksi instan seperti membeli sepatu atau gadget.

Di Momen Itulah, Kepercayaan Sedang Diuji

Banyak agen berhenti follow up saat mendengar penolakan. Mereka menyerah karena merasa ditolak atau tidak dihargai.

Padahal menurut Coach Yoso, justru di fase itu hubungan sedang dibangun.

Agen yang tetap hadir, tetap sabar, tetap melayani tanpa memaksa, perlahan menjadi sosok yang dipercaya. Bukan sekadar penjual, tetapi pendamping spiritual dalam proses keputusan.

Coach Yoso menegaskan:

“Closing itu bukan soal pintar bicara, tapi soal kuat di hati.”

Mereka yang mudah tersinggung, lelah, atau berhenti akan tertinggal.
Namun mereka yang sabar, konsisten, dan hadir tanpa tekanan pada akhirnya menang.

Kunci Keberhasilan Agen: Empati dan Konsistensi

Bagi Coach Yoso Lukito, sebuah closing besar jarang terjadi karena satu kali pesan, satu kali penjelasan, atau satu kali follow up.

Closing terjadi karena:

  • Nurturing
  • Sikap melayani
  • Kesabaran
  • Kesadaran bahwa setiap orang punya waktu dan prosesnya masing-masing

Saat calon jamaah itu akhirnya siap, baik secara mental maupun finansial. Orang pertama yang mereka hubungi adalah orang yang selama ini hadir tanpa menuntut.

Penutup

Dalam dunia bisnis, terutama travel umroh, bukan yang paling agresif yang menang, tetapi yang paling tulus, sabar, dan konsisten.

Karena pada akhirnya:

Yang baper akan cepat lelah.
Yang sabar… akhirnya menang.

Sebuah pesan sederhana dari Yoso Lukito, namun relevan bagi siapapun yang sedang berjuang dalam bisnis berbasis kepercayaan.

Konsultasi hubungi:
Tania: wa.me/6285211436032
Dahlia: wa.me/6281299601987

Instagram : sekolahdigitalbisnisindonesia

#Sekolah Digital Bisnis Indonesia#Yoso Lukito#Closing agen umroh#Tips follow up calon jamaah umroh#Cara closing jualan umroh#Mindset agen travel umroh

Siap Bertumbuh Bersama SDBI?

Konsultasikan strategi digital marketing dan transformasi bisnis Anda bersama tim ahli kami.

Konsultasi Gratis Sekarang