Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyLihat Program
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
Free Business ConsultationKonsultasi Sekarang
Social Media Specialist AcademyLihat Program
Corporate TrainingHubungi Kami
Business SpeakerHubungi Kami
Digital Marketing WorkshopHubungi Kami
Business SeminarHubungi Kami
news

Bukan Siapa yang Jual Paling Murah, Tapi Siapa yang Bisa Menjelaskan Nilai Paling Kuat

22 OKT 2025 · 2 MENIT BACA

Bukan Siapa yang Jual Paling Murah, Tapi Siapa yang Bisa Menjelaskan Nilai Paling Kuat

 

Dalam dunia bisnis digital yang semakin kompetitif, harga seringkali dijadikan senjata utama untuk menarik perhatian konsumen. Namun menurut Yoso Lukito, CEO dan Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), pendekatan seperti itu hanya akan membuat brand terjebak dalam perang harga tanpa akhir. Dalam salah satu sesi materinya, beliau menekankan bahwa “Bukan soal siapa yang jual paling murah, tapi siapa yang bisa menjelaskan nilai-nilai paling kuat.”

Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berfokus pada value (nilai) bukan discount. Menurut Coach Yoso, yang akan selalu diingat oleh customer bukanlah harga murah, melainkan manfaat dan pengalaman yang mereka dapatkan dari sebuah produk atau layanan.

Berikut adalah 3 kunci penting yang disampaikan Coach Yoso untuk menanamkan nilai produk ke hati customer:

1️. Kenali Kekuatan Produkmu

Langkah pertama adalah memahami dengan jelas apa keunggulan dari produk atau jasa yang ditawarkan. Apakah itu bahan yang digunakan premium? Proses produksi yang berbeda? Atau hasil yang benar-benar terbukti?

Misalnya, dibanding hanya menyebut “sabun ini murah”, lebih kuat jika dikatakan: “Sabun ini menggunakan bahan natural grade A yang aman untuk kulit sensitif dan sudah diuji dermatologis.”

Dengan mengenali keunikan dan kekuatan produk, pelaku bisnis bisa menyampaikan value proposition yang kuat dan membangun loyalitas konsumen jangka panjang.

2️. Bangun Cerita di Balik Produk

Manusia menyukai cerita. Maka, produk yang punya storytelling akan jauh lebih berkesan. Coach Yoso mendorong para pengusaha untuk membagikan kisah di balik bisnisnya: perjuangan saat merintis, filosofi yang dipegang, atau nilai-nilai yang dianut brand tersebut.

Contoh sederhana, bandingkan dua kalimat ini:

  • “Kami menjual kopi.”
  • “Kami menyajikan kopi yang ditanam petani lokal di ketinggian 1.400 mdpl, dipetik dengan tangan, lalu diproses secara natural.”

Cerita membuat produk terasa lebih hidup. Di sinilah konsumen merasa mereka bukan sekadar membeli barang, tapi ikut menjadi bagian dari makna yang ditawarkan.

3️. Edukasi Konsumen tentang Manfaat

Terakhir, Coach Yoso menekankan pentingnya edukasi. Konsumen sering tidak sadar bahwa mereka bisa mendapat manfaat jangka panjang dari produk yang harganya sedikit lebih tinggi.

Misalnya, katakan: “Skincare ini memang tidak paling murah, tapi kamu hanya perlu sedikit tiap pemakaian, hasilnya bertahan lebih lama, dan kamu nggak perlu sering-sering beli ulang.”

Dengan edukasi yang tepat, pelanggan akan sadar bahwa mereka sedang berinvestasi dalam kualitas, bukan hanya menghabiskan uang.

Pesan Coach Yoso sangat relevan di era digital saat ini. Dalam pasar yang penuh pilihan, kekuatan brand bukan terletak pada harga, tetapi pada kemampuan menjelaskan nilai dengan jelas dan menyentuh hati konsumen. Maka, saatnya pelaku bisnis berhenti berlomba jadi yang termurah dan mulai jadi yang paling bermakna.

“Ingat, yang diingat customer itu bukan harga… tapi pengalaman dan nilai yang kamu berikan.” – Yoso Lukito

#Yoso Lukito SDBI#nilai produk lebih penting dari harga#strategi branding UMKM#storytelling dalam bisnis#edukasi customer

Siap Bertumbuh Bersama SDBI?

Konsultasikan strategi digital marketing dan transformasi bisnis Anda bersama tim ahli kami.

Konsultasi Gratis Sekarang