Dalam dunia bisnis, banyak orang berpikir bahwa menjadi pebisnis berarti harus disukai semua orang, pelanggan, teman, rekan kerja, bahkan kompetitor. Namun, menurut Yoso Lukito, CEO dan Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), pandangan itu adalah jebakan yang justru membuat pelaku usaha kehilangan arah, visi, dan kekuatan mengambil keputusan.
“Jadi pebisnis bukan soal disukai semua orang. Ketika kita berusaha menyenangkan semua orang, maka keputusan kita bukan lagi didasarkan pada apa yang terbaik, tetapi pada rasa takut, takut ada yang tersinggung, takut ada yang kecewa, takut ada yang tidak suka,” ujar Coach Yoso.
Ia menegaskan bahwa ada perbedaan besar antara membangun persahabatan dan membangun bisnis. Dalam persahabatan, kompromi adalah hal biasa. Namun dalam bisnis, keputusan sering kali harus tegas, objektif, dan berlandaskan fakta serta visi jangka panjang.
“Bisnis itu sering harus mengambil keputusan yang tidak populer. Kadang harus menolak permintaan orang lain. Kadang harus berkata ‘tidak’ walaupun sahabat berharap ‘iya’,” tambahnya.
Menurut Coach Yoso, ketegasan bukanlah sikap keras, melainkan bentuk tanggung jawab agar bisnis tetap hidup dan berjalan sesuai tujuan. Tanpa ketegasan, bisnis akan terseret oleh ekspektasi orang lain dan kehilangan identitasnya.
Yang menarik, Coach Yoso mencontohkan dinamika yang sering terjadi dalam perjalanan para pengusaha: orang-orang yang dulu tidak setuju atau mengkritik keputusan bisnis, pada akhirnya justru kembali menghargai keputusan tersebut.
“Dan lucunya… orang yang dulu protes justru kembali mencari kita ketika mereka butuh. Orang yang dulu tidak suka, diam-diam mengamati hasil kerja keras kita. Orang yang dulu meremehkan, akhirnya mengakui bahwa keputusan kita benar.”
Bagi Coach Yoso, inilah bukti bahwa konsistensi dan komitmen dalam bisnis jauh lebih penting daripada pencitraan. Popularitas tidak menentukan keberhasilan bisnis, tetapi ketegasan, integritas, dan kemampuan mengambil keputusan strategis lah yang membuat bisnis bisa bertahan dalam jangka panjang.
Ia menutup pernyataannya dengan kalimat yang menjadi refleksi penting bagi para pelaku usaha:
“Dalam bisnis, bukan siapa yang paling disukai,
tetapi siapa yang paling konsisten, teguh,
dan bertanggung jawab atas pilihannya.”
Pesan ini menjadi pengingat bagi banyak pengusaha, terutama mereka yang sedang membangun bisnis dari nol. Bahwa perjalanan bisnis bukan tentang mencari persetujuan semua orang, melainkan tentang membangun sesuatu yang bernilai, bermanfaat, dan berkelanjutan.
Konsultasi hubungi:
Tania: wa.me/6285211436032
Dahlia: wa.me/6281299601987
Instagram : sekolahdigitalbisnisindonesia



