Yoso Lukito, CEO dan Founder Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), kembali mengingatkan para pelaku usaha bahwa kegagalan dalam bisnis bukan semata karena kurangnya modal atau pesaing yang terlalu kuat. Salah satu penyebab terbesar adalah ketertinggalan dalam meng-upgrade ilmu dan strategi bisnis.
“Banyak pebisnis yang masih menggunakan cara lama, padahal dunia bisnis terus bergerak cepat. Kalau nggak belajar, ya ketinggalan. Kalau ketinggalan, ya ditinggal pasar,” ujar Coach Yoso.
Artificial Intelligence (AI) dalam Bisnis
Tren yang tak bisa dihindari adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menjalankan bisnis. Dulu, membalas chat pelanggan harus manual dan makan waktu. Kini? AI bisa bantu lewat chatbot yang responsif 24 jam, analisis perilaku pelanggan, hingga otomatisasi kampanye iklan digital.
“Pebisnis yang melek AI bisa bekerja lebih cepat, hemat biaya, dan tetap dekat dengan customer-nya,” jelas Coach Yoso.
Contohnya? Banyak brand besar sudah memakai AI untuk rekomendasi produk, mengatur stok, dan bahkan membuat konten otomatis. Kalau UMKM tidak mulai belajar dari sekarang, gap-nya makin jauh.
Strategi Omnichannel Marketing
Zaman sekarang, pelanggan tidak hanya datang dari satu tempat. Ada yang kenal brand lewat Instagram, beli di marketplace, dan datang ke toko offline untuk komplain. Maka dari itu, strategi omnichannel marketing jadi sangat penting.
“Omnichannel bukan berarti sekadar hadir di banyak tempat, tapi menyatukan semua channel itu agar customer journey-nya mulus,” jelas Coach Yoso.
Pebisnis yang bisa mengintegrasikan semua platformnya dari media sosial, WhatsApp, marketplace, hingga website akan unggul dalam hal pelayanan dan loyalitas pelanggan.
Hyper-Personalization Marketing
Pelanggan masa kini nggak mau dilayani dengan cara generik. Mereka ingin pengalaman yang personal dan sesuai kebutuhannya. Lewat data dan AI, bisnis bisa menganalisis pola belanja, preferensi produk, hingga waktu terbaik untuk promosi.
“Hyper-personalization bikin customer merasa ‘dikenal’. Ini bisa meningkatkan konversi dan retensi,” kata Coach Yoso.
Misalnya, mengirimkan penawaran khusus berdasarkan ulang tahun pelanggan atau rekomendasi produk yang cocok dengan histori pembeliannya. Hal-hal kecil ini bisa memberikan dampak besar dalam loyalitas.
Jangan Jadi Pebisnis yang Ketinggalan Zaman
Yoso Lukito melalui SDBI terus mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk selalu belajar dan beradaptasi dengan tren. Di era digital, bukan yang kuat yang bertahan, tapi yang cepat beradaptasi.
“Ilmu bisnis itu terus berkembang. Yang nggak belajar, akan ditinggal.”



